Madul Kang Marhaen, Ajang Petani Sampaikan Keluhannya ke Bupati

Sejumlah petani Nganjuk ikuti giat Temu Wicara Petani bertajuk Madul Kang Marhaen

 

Nganjuk- Untuk menampung keluhan dan permasalahan seputar pertanian, Pemerintah Kabupaten Nganjuk Gelar acara Temu Wicara Petani di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, awal September 2023.

Kegiatan yang diikuti sejumlah petani di Kabupaten Nganjuk dihadiri oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Ketua Komisi II DPRD Nganjuk Basori, Dinas Pertanian dan beberapa OPD, Camat serta beberapa pengusaha ini menjadi ajang mandul atau mengungkapkan keluh kesah, permasalahan, kejanggalan seputar dunia pertanian termasuk kendala pemasaran produk petani, yang disampaikan kepada Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi atau akrab dipanggil Kang Marhaen.

Salah peserta Temu Wicara Petani yaitu Toha (45) dari Desa Mabung Kecamatan Baron menyampaikan keluhannya terkait pupuk dan bawang merah.

Menurut Toha, di Kabupaten Nganjuk, jika terdapat ladang sawah seluas 1 (satu) hektar, dibutuhkan Pupuk sebanyak 7 (tujuh) kuintal, akantetapi para petani hanya mendapatkan 3,5 persen dari
kebutuhan yang diperlukan, sehingga Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dengan kuota terdapat perbedaan yang jauh.

“Kami membutuhkan solusi terkait permasalah diatas,” pinta Toha.

Mendengar permasalahan yang dilontarkan warga petaninya diatas, Kang Marhaen memberikan solusi agar para petani menggunakan pupuk organik hasil dari karya lokal Nganjuk.

“Namun begitu kami akan tetap mengusahakan droping pupuk melalui Tim Petrokimia,” jawabnya.

Kang Marhaen juga memberikan solusi
kepada para petani terkait Anjloknya harga bawang merah yaitu dengan cara pola tanam yang diatur, dengan tujuan supaya harga panen tetap stabil.

“Jadi jangan sampai terjadi panen secara bersamaan sehingga stok bawang merah membludak, imbasnya harga turun drastis,” ungkap Kang Marhaen. (Fikky/Deka)

Tinggalkan Balasan